Remaja Kini tak lagi Lugu
Senin, 19 Januari 2009
Remaja begitu mereka biasa di sebut, manusia-manusia yang masih muda dan mempunyai semangat yang membara serta energi yang berlebih. Hidup mereka di penuhi dengan impian dan harapan yang sekilas tampak tak mungkin. Tapi remaja bukan makhluk yang pantang menyerah untuk mencapai impiannya.Remaja kini berbeda dengan remaja dulu. Sekarang remaja sudah tak lagi canggung ngomongin soal seks, politik, ekonomi, dan hal-hal yang biasa dibicarakan oleh orang dewasa. Mungkin karena sekarang zaman sudah serba bebas, sehingga siapapun bebas untuk ngomong apapun.
Tapi remaja kini juga sudah mulai melupakan norma-norma yang seharusnya mereka junjung tinggi, seperti menghormati orang tua dan "orang yang lebih tua". Sekarang jarang di temui remaja yang bilang "punten" kalau lewat di depan orang banyak terutama yang lebih tua. Bukan bermaksud untuk mengagung-agungkan orang yang lebih tua, akan tetapi hanya sebagai bentuk pengakuan kita akan eksistensi atau keberadaan orang yang lebih tua yang notabene bisa kita jadikan bahan bertanya kita tentang apa yang belum kita ketahui.
Remaja juga sepertinya telah kehabisan media untuk menyalurkan energinya sehingga banyak tindakan-tindakan yang negatif yang di lakukan oleh remaja. Seperti tawuran, nge-trek di jalan raya, nonton video porno, dsb.
Hal yang patut kita pikirkan adalah gaya pacaran remaja sekarang yang mulai "kebablasan". Banyak remaja sekarang yang MBA (red : Married by Accident) karena gaya pacarannya yang melebihi batasan norma adat maupun norma agama. Kita mungkin sudah biasa mendengar gaya berpacaran remaja yang cukup "ekstrim", mulai dari raba-raba-an, ciuman, petting, sampai melakukan perbuatan seks.
Hendaknya remaja sekarang selain harus dilandasi pendidikan yang tinggi juga harus di landasi agama yang mumpuni agar setiap prilakunya lebih terkontrol. Bukti nyata bahwa landasan agama pada remaja sangat kurang misalnya, kita dapat menghitung dengan jari berapa orang remaja yang mahir atau setidaknya bisa membaca al-quran di lingkungan kita.
hendaknya ini menjadi pemikiran kita semua agar dapat menciptakan generasi-generasi penerus yang lebih berkualitas..... (a_dhi)







0 komentar:
Poskan Komentar